1.
Judul
Mifrahi, Mustika Noor, Juni 2013, "Perbandingan Kinerja Saham Syariah Berbasis Syariah Stock
Screening Yang Berlaku Di Indonesia, Malaysia Dan Gabungan
Keduanya"EKBISI, Vol. VII, No. 2, Juni 2013, hal. 214 – 232.
ISSN:1907-9109.
(klikdisini untuk unduh jurnal)
dan untuk teman-teman ingin melihat indeks saham sayraiah atau indeks saham JII klik disini
dan untuk teman-teman ingin melihat indeks saham sayraiah atau indeks saham JII klik disini
2.
Tujuan
Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab
apakah penggunaan skrining stok syariah Malaysia menghasilkan stok yang lebih
baik bagi kinerja di indonesia
atau tidak. Dan juga
akan terlihat penggunaan skrining stok syariah gabungan Indonesia dan Malaysia
dengan menambahkan satu variabel baru akan memiliki performa saham yang lebih
baik atau tidak. mengetahui: Perbedaan market
performance DES Indonesia dengan DES yang diukur menggunakan syariah stock screening Malaysia. Kriteria
saham yang memberikan market performance yang paling baik. Kemampuan
peningkatan kinerja DES Indonesia, jika dilakukan penggantian syari’ah stock
screening untuk saham syari’ah Indonesia.
3.
Latar
belakang
Investasi merupakan sebuah penundaan
konsumsi masa kini yang dimasukkan ke dalam proses produksi yang produktif dan
hasilnya untuk konsumsi mendatang (Jogiyanto, 2009:5). Pada lingkup
internasional perkembangan investasi syariah menunjukkan peningkatan yang cukup
baik. Di taqndai dengan munculnya negara
negara yang mulai membuka pasar modal berbasis syariah. Saat ini, belum
terdapat standar syari’ah internasional untuk proses seleksi saham syari’ah.
Setiap fund managers, menggunakan standar yang berebeda berdasarkan ketentuan
Dewan Syariah.
4.
Metode
Penelitian
Analisis data yang dilakukan meliputi
analisis deskriptif dan Wilcoxon Mann-Withney U Test. Analisis data
deskriptif digunakan untuk mendiskripsikan data dan variable penelitian, sedangkan
Wilcoxon Mann-Withney U digunakan untuk melakukan pengujian hipotesis. Dalam
penelitian ini tidak diperlukan pengujian normalitas data yang akan diteliti. Dari
deskriptif di atas dapat kita simpulkan metode yang dilakukan mengunakan metode KUANTITATIF
5.
Pembahasan
Berdasarkan pengolahan data dan hasil
analisis data yang mengacu pada masalah dan tujuan penelitian, maka dapat dirumuskan
beberapa kesimpulan penelitian sebagai berikut
1.
Hasil pengujian secara
statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan market performance antara DES Indonesia DES yang
disaring dengan syari’ah stock screening Malaysia. Nilai M2 dari saham syari’ah yang menggunakan syari’ah
stock screening Malaysia, lebih tinggi jika dibandingkan dengan DES Indonesia.
Secara deskriptif, terdapat peningkatan return sebesar 5.7% dan market performance sebesar 36.27%. Meskipun tidak
signifikan, hasil ini sesuai dengan usulan Tim Kajian Stategi Pengembangan
Pasar Modal Syari’ah Jangka Menengah dari Kementrian Keuangan Republik
Indonesia Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan Tahun 2010 untuk
meningkatkan kepercayaan pelaku pasar dalam melakukan investasi syari’ah di
Pasar Modal.
2.
Hasil pengujian secara
statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan market performance antara DES
Indonesia dengan DES yang disaring menggunakan syari’ah stock screening
Gabungan. Nilai M2 dari saham syari’ah yang menggunakan syari’ah stock screening
baru, lebih tinggi jika dibandingkan dengan syari’ah stock screening Indonesia.
DES yang disaring menggunakan syari’ah stock screening Gabungan mampu menghasilkan
return tertinggi dibandingkan dengan DES yang disaring menggunakan syari’ah
stock screening Indonesia maupun Malaysia. Hal ini sesuai dengan penelitian Suharli
dan Endang Kurniati dimana leverage berpengaruh terhadap return perusahaan. Hasil
ini juga mendukung teori yang dikemukakan oleh Horne dan Wachoviz dimana leverage
merupakan penggunaan biaya untuk meningkatkan keuntungan dari suatu perusahaan.
3.
Dari ketiga kelompok saham
tersebut, DES yang disaring menggunakan syari’ah stock screening Malaysia
merupakan kelompok saham yang menghasilkan tingkat M yang paling baik.
4.
Dengan mengganti syari’ah
stock screening untuk saham syari’ah di Indonesia, belum mampu meningatkan
kinerja DES Indonesia. Diduga kondisi ekonomi dan fundamental pasar modal
syari’ah lebih mempengaruhi perbedaan kinerja saham-saham syari’ah di Indonesia
dalam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar